Articles worth reading

Eksbis

NPAP dan OPPA Luncurkan The Informal Plastic Collection Innovation Challenge NPAP dan OPPA Luncurkan The Informal Plastic Collection Innovation Challenge

NPAP dan OPPA Luncurkan The Informal Plastic Collection Innovation Challenge

person access_time16-04-2021
Bisnistoday - The National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia bekerjasama dengan UpLink dan the Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA) meluncurkan the Informal Plastic Collection Innovation Challenge. Kompetisi inovasi ini bertujuan mencari solusi untuk meningkatkan pengintegrasian pekerja sektor informal di bidang pengelolaan sampah. 
 
The Informal Plastic Collection Innovation Challenge terbuka untuk organisasi, perusahaan sosial, startup, 
dan perusahaan yang telah mengembangkan solusi inovatif di salah satu dari tiga area fokus tantangan 
dan siap untuk diimplementasikan. Pendaftarannya sendiri dibuka hingga 2 Mei 2021.
 
“Kontribusi besar sektor informal untuk mencegah pencemaran plastik belum banyak diakui dan para pemulung sering bekerja dengan bayaran rendah dalam kondisi yang tidak aman, oleh karena itu, penting (bagi kita untuk menemukan solusi untuk meningkatkan kinerja serta kesejahteraan pelaku sektor informal,” kata Sri Indrastuti Hadiputranto, ketua NPAP Indonesia dalam siaran pers nya, Jakarta, 14/04/21.
 
Sampah plastik di Indonesia sendiri terus meningkat mencapai level yang semakin sulit untuk dikelola. Menurut 
data NPAP Indonesia, Indonesia menghasilkan sekitar 6,8 juta ton sampah plastik per tahun, dan 61% tidak 
terkelola. 
 
NPAP Indonesia memperkirakan 620.000 ton sampah plastik masuk ke perairan Indonesia pada tahun 2017, bila tidak ada intervensi, jumlahnya akan meningkat 30% pada 2025 menjadi 780.000 ton per tahun. 
 
Pelaku sektor informal, termasuk pemulung, toko barang rongsokan, dan pengepul merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam upaya pengumpulan sampah. Sektor informal mampu mengumpulkan 1 juta ton sampah plastik per tahun yang bersumber dari pemukiman warga, titik transit sampah, dan TPA.
 
Terdapat satu tantangan dalam pengumpulan sampah oleh sektor informal. Aktivitas sektor informal 
seringkali tidak transparan, sehingga menjadi hambatan besar bagi pendaur ulang dan perusahaan untuk 
memastikan praktik kerja mereka dilakukan secara etis di seluruh rantai pasok. 
 
Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mendukung inisiasi tersebut, 
“Kami tidak akan membiarkan krisis penanganan sampah plastik terus berkembang; sebaliknya, kami 
mengambil tindakan tegas di setiap tingkatan dan di setiap sektor di Indonesia untuk melakukan 
transformasi yang diperlukan untuk mencapai zero-plastic-pollution di Indonesia.”
 
The Informal Plastic Collection Innovation Challenge memiliki tiga area fokus: Rantai pasokan, pengukuran, dan segmentasi yang lebih baik; Akses yang lebih baik pada pengetahuan dan keterampilan digital bagi pekerja sampah informal; dan Visibilitas sektor informal yang lebih baik. 
 
Finalis terpilih akan berpartisipasi dalam program pengembangan selama tiga bulan (Juni hingga September 2021) untuk mengembangkan dan menerapkan solusi mereka. Mereka akan menerima 
bimbingan dari para ahli sektor pengelolaan sampah untuk mengembangkan solusi mereka dan menjalin kemitraan dengan pelaku utama sektor informal di Indonesia. 
 
Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan dengan penyedia pendanaan dan mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari jaringan sektor pengelolaan sampah Indonesia. 
folder_opentags

Penulis

bisnis today

bisnis today

Artikel Lain